UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dorong Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Fiqih Berbasis Ekoteologi
GARUT & TASIKMALAYA — Dalam upaya merespons tantangan kerusakan lingkungan hidup serta membentuk karakter kepedulian ekologis sejak usia dini, tim akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas pembelajaran di Wilayah Priangan Timur. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan Pembelajaran Fiqih Berbasis Ekoteologi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di MIN 3 Garut dan MIS Al Barokah Kab. Tasikmalaya.
Program ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Hilman Mangkuwibawa, M.Pd., Dr. H. Asis Saefuddin, M.Si., dan H. Yayan Carlian, M.Pd., CPE.. Melalui pendedahan materi dan diskusi interaktif, para narasumber menekankan pentingnya mentransformasi pemahaman fiqih dari sekadar hafalan teks dogmatis menjadi nilai praktis penyelamatan bumi.
Melalui pendekatan Ekoteologi Islam, konsep dasar ibadah seperti thaharah (bersuci), zakat, hingga ibadah qurban diintegrasikan secara langsung dengan prinsip perlindungan lingkungan (Hifzh al-Bi'ah). Para siswa tidak hanya diajarkan rukun dan syarat ibadah, tetapi juga dibiasakan untuk menghemat air saat berwudu, mengelola sampah, hingga membatasi penggunaan plastik sekali pakai.
"Usia Madrasah Ibtidaiyah merupakan masa emas (golden age) untuk membentuk habitus dan kesadaran ekologis. Melalui integrasi kurikulum fiqih yang kontekstual serta keteladanan langsung dari para guru, kita dapat melahirkan generasi muslim yang ramah lingkungan," ungkap Dr. H. Asis Saefuddin, M.Si. dalam paparan materinya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi madrasah-madrasah di Priangan Timur dalam mewujudkan ekosistem Madrasah Hijau (Adiwiyata) berbasis nilai-nilai keislaman yang berkelanjutan.